Penulis : Herlita Jayadianti SIP, Elga Andriana MEC (EC)
Penerbit : Bentara Cipta Prima, INDOCAMP, 2009
Tebal : 40 hlm
Harga : Rp. 25.000
Temen-temen ternyata mainan edukatif yang dibuat dari plastik juga ada, bahkan untuk lebih hemat, kita bisa membuat dari bahan plastik yang sudah tidak terpakai.
Buku mengolah sampah plastik menjadi mainan edukatif ini berisi tentang sarana belajar yang dapat teman-teman buat bersama orang tua di rumah, atau kelompok bermain saat libur dengan dibantu orang dewasa. Melalui permainan ini, seluruh kemampuan teman-teman dalam memaksimalkan fungsi otak saat belajar dapat berkembang dengan melaksanakan beberapa petunjuk, bahkan teman-teman juga dapat membuat mainan dari ide sendiri.
Bagian menarik buku ini adalah contoh-contoh yang diberikan beragam, sejumlah 25 macam, dan masih bisa berkembang saat teman-teman membuatnya bersama-sama dengan kelompok bermainnya.
Buku yang menjadi salah satu koleksi Perpustakaan Reading Corner ECCD-RC Jalan D I Panjaitan 70 ini dilengkapi gambar-gambar petunjuk pembuatan. Tentunya seru sekali ya? Di perpustakaan tersebut teman-teman juga dapat membeli buku ini untuk koleksi di rumah maupun sebagai kado saat ada yang berulang tahun. Selamat bermain! (Mei Rahmat, Pustakawan ECCD-RC Jogja)
baca selengkapnya...
Kamis, 10 Juni 2010
Mengolah Sampah Plastik Menjadi Mainan Edukatif
Senin, 15 Februari 2010
Menjadikan Anak Mandiri Melalui Alat Permainan Edukatif
Herlita Jayadiyanti
Kemandirian bukanlah keterampilan yang muncul tiba-tiba tetapi perlu diajarkan pada anak sejak usia dini. Tanpa diajarkan dan dilatih untuk mandiri, anak-anak tidak tahu bagaimana harus membantu dirinya sendiri. Kemampuan bantu diri inilah yang dimaksud dengan mandiri.
Kemandirian juga dapat diasumsikan dengan kemampuan dan keinginan untuk melakukan segala sesuatu sendiri. Misalnya, makan, mandi, berpakaian, buang air kecil dan buang air besar sendiri. Tentu saja kemandirian ini hanya bisa dicapai melalui tahapan sesuai perkembangan usia. Oleh karena itu, latihan kemandirian sebaiknya juga dimulai dari rumah, tidak hanya disekolah.
Melatih kemandirian anak dapat dilakukan melalui permainan. Salah satu jenis alat permainan edukatif yang dapat mengembangkan aspek kemandirian pada anak adalah “ Boneka Orang “.
Alat dan bahan yang dibutuhkan :
1.Boneka orang
2.Baju berkancing (dengan ukuran kancing yang berbeda-beda)
3.Baju beresleting
4.Celana berkancing
5.Celana beresleting
6.Kaos kaki
7.Sepatu bertali
8.sisir
9.asesoris
Cara bermain :
Anak bermain peran ( Dramatic Play ), anak dapat berperan sebagai ayah, ibu atau orang dewasa kemudian boneka orang berperan sebagai adik atau bayinya. Anak memakaikan baju berkancing atau baju beresleting, celana dan perlengkapan lain pada boneka orang. Biarkan anak mengeksplorasi ide dan kreatifitasnya sendiri.
Agar tujuan dari permainan ini yaitu mengembangkan aspek kemandirian pada anak dapat tercapai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua antara lain yaitu tumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Rasa percaya diri memegang peranan penting. Rasa itu dapat tumbuh jika anak diberi kepercayaan untuk melakukan hal -hal yang ia mampu kerjakan sendiri. Hal terbesar yang dapat menghambat rasa percaya diri pada anak adalah kekhawatiran dan ketakutan orang tua. Perasaan takut dan khawatir sering kali membuat orangtua mengerjakan pekerjakan anak yang sebenarnya bisa mereka lakukan sendiri. Jika menginginkan anak mandiri maka konsekuensinya adalah memberi kepercayaan. Tentu saja, semuanya sesuai dengan ukuran usia.
Manfaat mandiri bagi anak :
1.Anak tak perlu tergantung pada orang lain untuk melakukan kegiatan fisik maupun menentukan pilihan dalam pengambilan keputusan. Ia mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya tanpa dibantu orang lain.
2.Tidak mudah panik apabila menghadapi situasi yang baru sebab anak sudah terbiasa mengerjakan segala sesuatunya sendiri.
3.Menjadi individu yang kreatif. Anak banyak mengeluarkan ide atau gagasan baru.
4.Mampu mengontrol diri sendiri. Dapat mengungkapkan perasaan negatif dengan cara yang baik.
5.Anak tidak mudah putus asa ketika menemui kesulitan, ia selalu mencoba untuk memecahkan persoalan sendiri.
6.Anak tumbuh menjadi pribadi yang disukai dalam pergaulan karena menunjukkan kemandiriannya contohnya ia dapat mengerjakan tugas dengan cepat tanpa mengganggu teman-temannya.
baca selengkapnya...
