Tampilkan postingan dengan label Artikel / Tips 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel / Tips 4. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2010

Pendidikan Seks Untuk Anak

Herlita Jayadiyanti / Dimuat di Harian Jogja

”Ma, kok bisa ada adik bayi?terus keluarnya lewat mana?”
”Ayah kok dadanya gak seperti ibu? Adik kok punya penis tapi kakak kok gak punya?”
”kenapa mama sama papa ciuman?”, dst...dst...
”Hush gak usah tanya-tanya gituan, masih kecil, jorok ngomong kayak gitu udah main aja sana....mama gak suka adik ngomong kayak gitu.”

Wah-wah hidup di zaman yang berbeda dan pola asuh yang berbeda memang membuat sebagian besar orangtua malu atau tabu bicara tentang seks pada anak. Jangankan ngobrol soal seks, dalam penyebutan alat kelamin saja, coba kita lihat disekitar kita berapa banyak orangtua yang menggunakan istilah penis atau vagina? Mungkin tidak banyak. Padahal ini juga organ tubuh yang memang punya nama sama seperti tangan, kaki, paha, perut dan anggota tubuh yang lain.

Dan perlu kita pahami juga bahwa keingintahuan anak tentang seks adalah sesuatu yang normal dan wajar dan keingintahuan ini mau tidak mau harus dijawab dengan informasi yang tepat. Tidak dapat jawaban dari bapak Ibu pun mereka akan terus mencari informasi dari sumber yang lain loh. Ya kalau tepat, kalau tidak?

Kok anak usia dini bertanya soal seks, wajar ?
Wajar karena pada usia pra sekolah 3-6 tahun, anak masuk pada phase phalik setelah sebelumnya berada pada fase oral dan anal. Pada phase ini anak mulai mengetahui perbedaan seks antara lelaki dan perempuan. Cirinya, mereka suka memainkan alat kelaminnya dan mulai bertanya soal seks, seperti pertanyaan-pertanyaan diatas tadi."
Meski sudah tahu perbedaan jenis kelamin laki dan perempuan, tapi pada dasarnya anak usia ini belum mengerti kenapa berbeda. Nah, tugas orang tua untuk memberikan pengertian. Biasanya pertanyaan yang sering muncul adalah umum dan terpusat pada perbedaan anatomi tubuh, kehamilan dan kelahiran, bukan berarti lalu kecil-kecil kok porno tetapi hal ini terjadi karena anak-anak usia ini mulai mengenali seksualitasnya disamping mereka juga sudah lebih sadar akan lingkungan sekitarnya.
Dan ketika anak sudah masuk pada phase ini maka orang tua sudah bisa memberikan pendidikan seks pada anak. Bisa diawali dengan menjelaskan perbedaan anatomi laki-laki dan perempuan misalnya perempuan punya payudara,vulva, vagina dan rahim. Laki-laki punya penis dan testikel. Lalu fungsinya untuk apa.
Apa yang harus disiapkan orangtua agar pendidikan seks yang diberikan efektif ?
Jawab pertanyaan anak dengan jujur
Katakan terus terang kalau saat ini kita tidak bisa menjawab atau merasa sulit untuk menjelaskan pada anak dan akan mencari dibuku. Beri tahu juga kapan kita baru bisa memberikan jawabannya, dengan konsekuensi harus ditepati. Ini lebih baik daripada asal menjawab. Anak pun akan menghargai kejujuran orangtuanya.

Jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak
Ketika ada pertanyaan ”darimana asalnya bayi?”. orang dewasa dapat menjawab bahwa bayi tumbuh di dalam perut ibu sampai bayi siap dilahirkan. tidak perlu dijelaskan dari siklus menstruasi sampai pembuahannya. karena anak juga belum bisa memahami.

Tidak membedakan
Informasi yang kita berikan harus equal atau seimbang antara anak laki-laki dan perempuan.

Gunakan istilah yang sebenarnya
Jelaskan dengan istilah yang benar untuk alat kelamin dan payudara. tidak perlu mengganti dengan istilah ”burung” atau yang lain.

Tidak mentertawakan
Pembicaraan seputar seks bukanlah sesuatu yang lucu terlebih lagi karena yang bertanya adalah anak-anak. mentertawakan hanya akan membuat anak tidak nyaman.

Tidak memarahi
Bila keingintahuan yang normal ini tak dipenuhi atau si anak malah dimarahi akan mengembangkan perasaan-perasaan negatif. Anak akan merasa bersalah, jijik, cemas, dan kurang nyaman terhadap seks.

Tidak menghindar
Ketika anak bertanya, orangtua tidak perlu menghindar. Yang perlu diingat adalah anak akan berusaha terus mencari jawaban untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Apa yang terjadi kalau mereka mendapat informasi yang salah dari sumber yang tidak tepat? Akhirnya yang susah orangtua juga kan?

Gunakan alat bantu
Agar pendidikan seks yang diberikan fun, penuh humor dan dapat dicerna dengan mudah maka orangtua bisa menggunakan alat bantu seperti buku cerita tentang reprodusi, poster anatomi atau boneka berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Bisa juga jalan-jalan dilingkungan sekitar dan menjadikan binatang atau tumbuhan sebagai media belajar untuk sex education.
Tidak perlu tabu dan malu bicara seks dengan anak. Kalau bicara seks saja tabu dan malu Lalu bagaimana kita bisa mendidik si kecil untuk bisa menjaga diri? karena menjawab pertanyaan anak tentang seks bukan hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu mereka saja tetapi yang paling penting adalah kita menyiapkan mereka untuk mau menjaga kebersihan organ vital sejak dini agar terhindar dari infeksi, pelecehan seksual dan penyakit kejiwaan berkaitan dengan seksual.
baca selengkapnya...

Menunda Keinginan

Yoza Veronika / Dimuat di Harian Jogja

“Pa, beliin tas yang ada gambar batmannya itu dong, ayo dong pa, pokoknya aku maunya beli ituuuuu, sekarang!” Didi merengek dan menggandeng tangan papanya memasuki sebuah toko di pusat perbelanjaan paling besar di yogya. Ketika papanya mengatakan tidak, spontan didi langsung menjatuhkan dirinya ke lantai dan berguling-guling disana sambil berteriak-teriak. “ Didi, belinya besok saja ya, papa lagi nggak bawa uang!” “Nggak, pokoknya harus sekarang, sekaraaaangggg” didi berteriak sambil terus berteriak.

Kasus seperti diatas tentu banyak kita jumpai, ada anak yang ketika menginginkan sesuatu akan memintanya dengan cara seperti diatas bahkan ada yang memakai cara yang lebih “ membuat orang tua panik atau marah” yaitu dengan cara membanting segala sesuatu yang berada di dekatnya.Tetapi ada juga yang memintanya dengan cara berbicara dengan orang tuanya tapi tetap secara terus-menerus hingga kadang tetap membuat orangtua menjadi jengkel. Kalau kita perhatikan, sebenarnya anak-anak itu ingin menyampaikan bahwa apa yang mereka inginkan, harus segera kita penuhi.

Lalu apa yang mestinya kita lakukan menghadapi anak-anak yang tidak bisa menunda keinginan mereka?
Pertama-tama yang harus kita amati adalah mengapa anak-anak bersikap seperti itu?
· Bisa jadi, anak pernah meminta sesuatu pada orang tua dengan cara bertanya,”Pa, aku boleh beli mainan ini nggak?” akan tetapi orang tua tidak meresponnya.
· Orang tua biasanya menjadi malu ketika anak berkelakuan seperti kasus diatas apalagi di tengah keramaian sehingga biasanya orang tua langsung mengabulkan permintaan anak. Seperti kasus diatas, ketika itu berhasil dan orang tua membelikan apa yang diinginkan anak maka hal itu menjadi “senjata” bagi anak, dan mereka akan selalu meminta dengan cara sepertti itu.
· Anak terbiasa selalu dipenuhi keinginannya sehingga ketika kita menolak dia menjadi sangat kecewa dan melampiaskannya dengan berbagai cara sampai keinginannya terpenuhi.
· Anak terbiasa dengan keadaan yang serba “ada”, sehingga ketika keadaan menjadi berbeda, anak tidak akan dapat menerimanya dengan mudah.
Hal-hal tersebut merupakan beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak menjadi ngotot dalam meminta sesuatu, tentu saja pasti ada faktor-faktor lain yang mungkin belum terbahas.
Jika kita sudah mengetahui penyebabnya, kita akan dapat dengan mudah untuk mencari pemecahannya.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan adalah :
· Orang tua dapat mengajak anak untuk membuat daftar prioritas belanja, atau barang apa saja yang dapat dibeli bulan ini. Ini juga
· Ketika anak meminta sesuatu, usahakan untuk tidak langsung memenuhinya, berikan tempo. Misalnya ketika anak anda yang duduk di kelas II SD meminta dibelikan sepeda agar dia bisa berangkat sendiri ke sekolah sementara anda tidak yakin dengan keamanannya, anda bisa mengatakan” Kak, papa akan belikan sepeda kalau kakak sudah naik kelas IV, karena papa yakin pada saat itu kakak sudah mampu berangkat sendiri ke sekolah”.
· Tepati janji. Ketika orangtua seperti diatas memberikan tempo sampai kelas IV, maka ketika anak naik kelas IV, orang tua harus menepati janjinya. Jika tidak, anak akan menganggap orang tua pembohong dan tidak akan pernah mau mempercayainya.
· Ketika anak meminta dengan cara yang “heboh” biarkan saja. Jika anak sudah cukup tenang, ajaklah bicara.
· Ajaklah anak untuk melihat teman-temannya yang kurang mampu sehingga mereka punya kepekaan sosial yang membuat mereka bersyukur dengan apa yang mereka punyai.

Anak-anak adalah individu yang unik. Terkadang kita sebagai orang tua meremehkan kemampuan mereka. Kita sebagai orang tua menganggap mereka adalah anak kecil yang belum mampu diajak berbicara layaknya orang dewasa. Cobalah mengubah cara pandang tersebut dan mulailah untuk semakin sering mengajak anak ngobrol dan berdiskusi tentang hal-hal yang anda ingin dia lakukan maupun hal-hal yang anda tidak ingin dia lakukan.
baca selengkapnya...

Melindungi Anak Dari Bahaya Kemasan Makanan

Ardhian Heveanthara / Dimuat di Harian Jogja

Melindungi anak dari kemasan makanan sama pentingnya dengan memilih makanan sehat bagi anak karena makanan sehat bisa menjadi terkontaminasi racun jika berada dalam kemasan yang tidak sehat. Racun yang tercampur dari kemasan makanan memang tidak akan memiliki efek langsung tetapi efek bahaya jangka panjang akan sangat berpotensi mengganggu keseimbangan selama tumbuh kembang anak-anak. Organ-organ tubuh anak masih sangat lemah dan kemampuan imun atau kekebalan tubuhnya belum mampu sepenuhnya melawan racun, akibatnya racun ini akan terbawa selama masa pertumbuhannya.

Ada banyak bahan pembuat kemasan makanan yang berbahaya, sayangnya bahan berbahaya ini sering kita jumpai sebagai kemasan makanan-makanan jajanan yang sering dikonsumsi oleh anak-anak. Antara lain bahan-bahan berikut;

- Kertas bekas koran atau majalah, bahan ini sering dipakai membungkus jajanan dan makanan gorengan, banyak penjual makanan pinggir jalan bahkan di kantin sekolah menggunakan kertas koran sebagai pembungkus makanan. Padahal bahan ini mengandun logam berat timbal yang melebihi batas aman yang bisa meracuni ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Timbal pada kertas mudah berpindah jika bersentuhan langsung dengan makanan, apalagi makanan panas, mengandung minyak atau berlemak.
- Kantong plastik kresek, secara umum plastik tidak tahan panas dan dapat menjadi penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh. Jangan dipakai untuk membungkus makanan berminyak dan suhu panas, karena zat-zat kimia plastik mudah terurai dalam lemak dan panas dan ikut menempel pada makanan. Untuk kantong plastik hitam lebih berbahaya lagi karena sebagian besar merupakan daur ulang yang bisa jadi dulunya adalah plastik bekas pembungkus benda-benda kotor, petisida, sampah dll.
- PET, botol plastik yang berbahan PET dapat diketahui dari logo bergambar angka satu didalam segitiga, logo ini bisa dilihat di bagian bawah botol. PET sering digunakan sebagai botol minuman air mineral, jus botolan, minyak goreng, kecap dll. Plastik jenis ini hanya untuk sekali pakai, bahan ini menjadi memiliki potensi bahaya jika digunakan berulang-ulang.
- Styrofoam, banyak dipakai untuk kemasan barang2 elektronik, bahan ini sebenarnya bukan diperuntukkan membungkus makanan. Namun ternyata banyak penjual makanan menggunakannya untuk mengemas makanan siap saji, nasi, spagheti dll. Bahan styrofoam tidak tahan suhu tinggi, sehingga dapat menyebabkan perpindahan zat kimia ke dalam makanan yang bisa mengganggu fungsi reproduksi dan menyebabkan kanker.
- Melamin, bahan ini biasa dipakai dalam alat alat rumah tangga, seperti piring, gelas, mangkuk bahkan botol susu bayi. Meskipun tidak semuanya berbahaya namun ada beberapa produk berbahan melamin yang mengandung bahan formalin yang memicu timbulnya penyakit berbahaya selama proses pertumbuhan anak.

Untuk melindungi anak-anak dari resiko bahaya kemasan makanan kita bisa melakukan hal berkut :
- Jika membeli makanan di pinggir jalan sebaiknya membawa tempat sendiri.
- Jangan menggunakan lagi botol bekas air mineral sebagai tempat bekal minum anak-anak, sekalipun botol itu masih tampak bersih.
- Jika tidak yakin apakah bahan botol susu anak kita benar-benar tebuat dari bahan yang aman, maka sebaiknya tidak langsung membuat adukan susu panas langsung dalam di botol, tetapi buatlah adukan susu panas di gelas kaca, setelah hangat, baru masukkan ke botol.
- Berikan pemahaman pada anak dengan bahasa yang sederhana agar anak tidak terbiasa jajan di sekolah dan selalu membawakan bekal makanan ke sekolah adalah salah satu upaya bijak dalam melindungi kesehatan anak.
- Sedikit demi sedikit kenalkan anak tentang efek buruk kemasan-kemasan makanan yang berbahaya dan penyakit penyakit yang timbul kemudian. ini sebagai upaya preventif agar anak juga bisa menjaga dirinya sendiri.
Bagaimanapun mencegah terjandinya hal buruk selalu lebih baik sebelum terlambat, terlebih hal itu menyangkut pertumbuhan anak-anak.
baca selengkapnya...

Menjadikan Anak Mandiri Melalui Alat Permainan Edukatif

Herlita Jayadiyanti

Kemandirian bukanlah keterampilan yang muncul tiba-tiba tetapi perlu diajarkan pada anak sejak usia dini. Tanpa diajarkan dan dilatih untuk mandiri, anak-anak tidak tahu bagaimana harus membantu dirinya sendiri. Kemampuan bantu diri inilah yang dimaksud dengan mandiri.
Kemandirian juga dapat diasumsikan dengan kemampuan dan keinginan untuk melakukan segala sesuatu sendiri. Misalnya, makan, mandi, berpakaian, buang air kecil dan buang air besar sendiri. Tentu saja kemandirian ini hanya bisa dicapai melalui tahapan sesuai perkembangan usia. Oleh karena itu, latihan kemandirian sebaiknya juga dimulai dari rumah, tidak hanya disekolah.
Melatih kemandirian anak dapat dilakukan melalui permainan. Salah satu jenis alat permainan edukatif yang dapat mengembangkan aspek kemandirian pada anak adalah “ Boneka Orang “.

Alat dan bahan yang dibutuhkan :
1.Boneka orang
2.Baju berkancing (dengan ukuran kancing yang berbeda-beda)
3.Baju beresleting
4.Celana berkancing
5.Celana beresleting
6.Kaos kaki
7.Sepatu bertali
8.sisir
9.asesoris

Cara bermain :
Anak bermain peran ( Dramatic Play ), anak dapat berperan sebagai ayah, ibu atau orang dewasa kemudian boneka orang berperan sebagai adik atau bayinya. Anak memakaikan baju berkancing atau baju beresleting, celana dan perlengkapan lain pada boneka orang. Biarkan anak mengeksplorasi ide dan kreatifitasnya sendiri.

Agar tujuan dari permainan ini yaitu mengembangkan aspek kemandirian pada anak dapat tercapai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua antara lain yaitu tumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Rasa percaya diri memegang peranan penting. Rasa itu dapat tumbuh jika anak diberi kepercayaan untuk melakukan hal -hal yang ia mampu kerjakan sendiri. Hal terbesar yang dapat menghambat rasa percaya diri pada anak adalah kekhawatiran dan ketakutan orang tua. Perasaan takut dan khawatir sering kali membuat orangtua mengerjakan pekerjakan anak yang sebenarnya bisa mereka lakukan sendiri. Jika menginginkan anak mandiri maka konsekuensinya adalah memberi kepercayaan. Tentu saja, semuanya sesuai dengan ukuran usia.


Manfaat mandiri bagi anak :
1.Anak tak perlu tergantung pada orang lain untuk melakukan kegiatan fisik maupun menentukan pilihan dalam pengambilan keputusan. Ia mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya tanpa dibantu orang lain.
2.Tidak mudah panik apabila menghadapi situasi yang baru sebab anak sudah terbiasa mengerjakan segala sesuatunya sendiri.
3.Menjadi individu yang kreatif. Anak banyak mengeluarkan ide atau gagasan baru.
4.Mampu mengontrol diri sendiri. Dapat mengungkapkan perasaan negatif dengan cara yang baik.
5.Anak tidak mudah putus asa ketika menemui kesulitan, ia selalu mencoba untuk memecahkan persoalan sendiri.
6.Anak tumbuh menjadi pribadi yang disukai dalam pergaulan karena menunjukkan kemandiriannya contohnya ia dapat mengerjakan tugas dengan cepat tanpa mengganggu teman-temannya.
baca selengkapnya...

Memilih Baju Untuk si Kecil

Yoza Veronika / Dimuat di Harian Jogja

Belanja baju buat si kecil? Tentu saja hal itu harus dilakukan karena si kecil terus tumbuh sehingga bajunya yang lama tak cukup lagi. Namun ternyata kegiatan memilih baju yang sesuai untuk anak bukanlah hal yang mudah. Beberapa hal perlu diperhatikan oleh orang tua , antara lain :

* Pilihlah baju yang terbuat dari bahan katun. Baju yang terbuat dari bahan katun lebih nyaman dipakai terutama karena di usianya si kecil sedang banyak bergerak dan mengeluarkan banyak keringat.
* Baju sesuai dengan ukuran tubuh si kecil. Ajaklah si kecil pada saat membeli baju sehingga kita dapat memilihkan baju yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Baju yang kekecilan atau terlalu besar membuat aktivitas si kecil jadi terganggu
* Pilih baju dengan berbagai macam warna dan motif/gambar. Anak bisa belajar banyak dari baju yang dikenakannya misal, mengenal warna, mengenal benda atau jenis binatang, berhitung, membaca dll
* Pilih baju yang merangsang kemandirian anak. Ketika kita ingin anak belajar memakai baju sendiri atau melepas baju ketika akan mandi atau buang air kecil atau besar, hendaknya kita pilihkan baju yang mudah untuk dipakai ataupun dilepas misalnya baju yang memakai rensleting atau celana kolor lalu jika kemampuannya sudah meningkat, kita pilihkan baju yang berkancing. Begitu seterusnya.
* Untuk si kecil yang bertubuh besar, hendaknya kita pilihkan baju yang longgar. Celananyapun sebaiknya yang berkolor sehingga mereka dapat beraktivitas seperti temannya yang lain.
* Pilih baju yang sesuai untuk anak. Sekarang banyak baju dengan bermacam-macam model, ada juga yang memakai tulisan-tulisan lucu. Orang tua harus jeli sehingga tidak terjadi anak memakai baju dengan tulisan yang tidak sesuai untuk anak.


Kegiatan berbelanja dan memilih baju juga asyik lho buat si kecil. Apa saja sih yang didapat anak ketika orang tuanya mengajaknya berbelanja:
1.Anak belajar membuat keputusan sendiri
Orangtua dapat mencoba memberikan beberapa pilihan dan membiarkan anak memutuskan sendiri baju yang diinginkannya. Bisa juga anak dibiarkan memilih sendiri baju nya tanpa perlu diberi pilihan. Hal ini membuat anak terbiasa untuk membuat keputusan sendiri tanpa tergantung pada orang tua.
2.Percaya diri
Meminta anak untuk memilih bajunya sendiri juga dapat membuat anak percaya diri
3.Perasaan dihargai
Anak akan merasa dihargai ketika keputusannya diterima oleh orang tua
4.Belajar tawar menawar
Ketika anak dibiarkan memilih sendiri, ada kalanya orang tua tetap perlu ikut campur ketika baju yang dipilih anak tidak cocok untuknya. Pada saat itulah ada proses tawar menawar antara orang tua dan anak.
5.Menghargai orangtuanya
Anak akan tahu bahwa untuk membeli baju diperlukan uang yang itu didapat dari hasil kerja orang tuanya. Dengan begitu anak akan menghargai jerih payah orangtuanya.
Nah, selamat mencoba. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kayaknya tak akan terjadi lagi orang tua memaksa anak memakai baju yang dipilihkannya.
baca selengkapnya...

Ulang Tahun Anak, Perlukah Dirayakan?

Hasanah Safriyani, Psi

Tiup lilinnnya
Tiup lilinnya
Tiup lilinnya sekarang juga
Sekarang juga....
Sekarang juga.....

Lagu seperti ini kerap kali kita dengar dalam acara perayaan ulang tahun anak. Seremonial meniup lilin, merupakan acara yang acap kali ditunggu-tunggu oleh si anak. Dan terkadang, oleh orang tua.
Pesta ulang tahun nan meriah, menjadi ritual tahunan untuk sebagian anak. Orang tua pun tak enggan merogoh kocek untuk kegiatan ini. Lalu timbul beberapa pertanyaan: apakah ulang tahun memang harus dirayakan? Apa ya dampak pesta ulang tahun untuk perkembangan anak?

Mengapa ulang tahun dirayakan??
Ada beberapa alasan bagi orang tua untuk merayakan ulang tahun anak
menuruti permintaan anak
menunjukkan pada anak bahwa ortu/keluarganya menyayanginya
perwujudan rasa syukur
kebanggaan
istilah yang lebih pas adalah memperingati, bukan merayakan

Apa manfaat memperingati hari ulang tahun?
anak merasa disayang, diperhatikan
anak belajar untuk memperhatikan hari istimewa orang lain
anak mengenali diri sendiri dan bersosialisasi
anak belajar mewujudkan rasa syukur

Apa yang sebaiknya dihindari?
besar-besaran, berturut-turut
mengikuti selera orang tua, bukan anak
membanggakan kemampuan berlebihan, baik kemampuan anak maupun kemampuan orangtua
bersaing degan anak lain

Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan?
berkunjung ke panti asuhan
berbagi kepada teman yang kurang mampu
piknik keluarga
workshop / art day

Persiapan apa yang perlu dilakukan?
tanya ke anak acara apa yang diinginkan
bersepakat tentang partisipan yang diajak
anak diajak membuat sesuatu sebagai suvenir
jika ingin memberi gift, berikan sesuatu yang dia ingin dan bermanfaat
jelaskan makna ulang tahun kepada anak.
baca selengkapnya...

Duh, kok sering nangis ya....

Herlita Jayadianti / Dimuat di Harian Jogja

Menangis boleh –boleh saja. Menangis merupakan salah salah satu bentuk ekspresi atau luapan perasaan. Asalkan sesuai dengan sebabnya, maka menangis adalah sesuatu hal yang normal dan wajar misalnya anak nangis karena sakit. Jangankan anak, kitapun sebagai orang dewasa ketika menghadapi suatu masalah , kecewa, marah, sakit kadang juga mengungkapkan perasaan dengan menangis bukan ? Nah yang kadang jadi membuat orangtua kesal adalah ketika anak jadi sering nangis tanpa sebab yang wajar, seperti: kesenggol sedikit nangis, ditinggal sebentar nangis, lihat kucing nangis, dapat tugas dari sekolah – disuruh nyanyi misalnya nangis juga, ketemu teman nangis, anak yang sering menangis ini lalu sering disebut ”anak yang cengeng”.

Lalu kenapa anak menjadi cengeng ?
1. Tidak bisa mengungkapkan perasaan, Biasanya anak menangis karena anak tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya dengan bicara.
2. Mencari perhatian, Ketika anak menangis, biasanya orang-orang yang ada disekitarnya secara otomatis akan memberi perhatian, lalu tanya ”adik kenapa nangis ?”, nah perhatian seperti ini sebenarnya yang dicari anak.
3. Terlalu dimanjakan, anak yang semua keinginannya selalu tersedia dan dituruti, biasanya lalu menggunakan rengekan dan tangisan sebagai satu2nya cara untuk memperoleh apapun yang menjadi keinginannya.

Apa yang harus dilakukan orangtua ketika menghadapi anak yang suka menangis atau cengeng ?
1.Tidak menggunakan kekerasan, Karena dengan mencubit atau memukul bukan efek jera yang diperoleh anak melainkan pelajaran bahwa masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan.
2.Ajari anak mengungkapkan perasaan dengan positif, Latih kerampilan anak dalam berbicara, sehingga pada akhirnya anak bisa mengungkapkan apa yang dirasakan dengan lebih baik. Misalnya Adik sedih? Kenapa ? mau cerita sama Ibu ?
3. Ajak anak bicara atau Diskusi, saat tangisnya reda ajak anak untuk cerita tentang perasaannya, ungkapkan juga apa yang menjadi keinginan kita. Misalnya ” kalau adik mau sesuatu, harus bilang ya, tidak dengan cara menangis.”atau " Adik maunya apa?, ngomong dong sama Ayah, kalau nangis bagaimana Ayah bisa tahu ”
5. Ajari anak untuk menahan keinginan, Anak harus tahu bahwa tidak semua keinginannya bisa terpenuhi. Orangtua juga sebaiknya berterus terang kenapa tidak bisa memenuhi keinginan anak, misalnya ” Ibu tidak mengijinkan adik beli coklat karena adik sedang batuk, besok kalau sudah sembuh Ibu akan belikan.”
6. Abaikan, Kadang mengabaikan anak yang sedang nangis juga penting. Dari sini anak akan belajar bahwa dengan cara menangis dia tidak memperoleh apa-apa. Nanti ketika tangisnya sudah reda baru kita datangi dan tanya ”adik mau apa ?”.
7. Alihkan perhatian, Bujuk anak dengan melakukan kegiatan lain seperti membaca buku, lihat tanaman dikebun atau main dihalaman. Membujuk juga dengan cara yang proporsional dan tidak berlebihan ya.
8. Tidak melabel, karena nanti anak jadi semakin malas untuk merubah perilakunya. ”ngapain berubah jadi tidak cengeng, toh sudah dicap anak cengeng kok”.

Semoga bermanfaat, dan harapan saya tips ini bisa segera dipraktekkan oleh orangtua manapun yang memiliki kasus yang sama. karena kalau terlambat bisa saja dikemudian hari anak tumbuh jadi pribadi yang kurang tangguh, kurang percaya diri, tidak matang, tak mandiri, dan selalu merasa cemas nantinya. Dan saya yakin tidak ada satupun orangtua yang ingin anaknya seperti itu tentunya.
baca selengkapnya...

Pentingnya Sarapan

Murni Setiyasih / Dimuat di Harian Jogja

Sarapan bagi sebagian orang dianggap sebagai hal yang sepele. Berbagai macam alasan, mulai dari bangun kesiangan sehingga tidak sempat menyiapkan, malas, tidak terbiasa sarapan jadi kalau sarapan bikin mual. Padahal sarapan pagi sangat penting untuk semua orang, terlebih si kecil yang sedang dalam masa tumbuh kembang.
Kenapa penting?

Anak butuh energi yang banyak
Anak cenderung aktif. Mereka suka melakukan berbagai aktivitas fisik yang membutuhkan banyak energi seperti berlari, mamanjat, melompat, naik sepeda. Apabila pagi hari anak tidak sarapan, maka energi yang dimiliki anak tidak maksimal. Akibatnya anak menjadi lemas, kurang bertenaga.


Mengoptimalkan tumbuh kembang anak
Anak usia dini sedang dalam masa tumbuh kembang, dimana mereka membutuhkan asupan gizi seimbang dan lengkap. Gizi yang masuk diperoleh dari makanan sehari-hari.

Mempengaruhi daya tangkap
Anak yang tidak sempat sarapan pagi atau sarapan paginya terlalu banyak dapat mempengaruhi daya tangkap anak. Kebanyakan makan, terutama yang mengandung karbohidrat membuat anak menjadi mengantuk. Sementara perut lapar membuat anak gelisah dan susah untuk berkonsentrasi


Memang tidak mudah untuk mulai melakukan aktivitas sarapan pagi, bagi yang belum terbiasa. Namun, memgingat pentingnya manfaat sarapan pagi, seyogyanya, orang tua dapat mulai membiasakan diri. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar dapat menyiapkan sarapan pagi buat keluarga, dan tentunya sarapan pagi yang menyenangkan

Bangun lebih pagi
Bangun pagi selain membuat badan lebih segar dan sehat, juga membuat kita punya waktu lebih panjang untuk mencek dan menyiapkan pekerjaan kantor, bagi ibu yang bekerja, juga dapat digunakan untuk menyiapkan sarapan bagi keluarga.

Siapkan malam sebelumnya
Malam hari sebelum tidur, ibu dapat menyiapkan menu sarapan esok hari. Jika memungkinkan bumbubumbu dan bahan dapat diracik malam itu juga, kemudian disimpan di kulkas bagi yang punya. Esok hari tinggal dimasak. Jika ibu-ibu susah bangun pagi atau jarak rumah dengan tempat kerja cukup jauh, cara ini akan sangat membantu, karena tidak perlu terburu-buru. Dalam menyiapkan sarapan pagi.

Praktis dan bergizi lengkap
Menu makan pagi dapat dipilih yang praktis dalam pengolahannya namun tetap memperhatikan kandungan gizi yang ada dalam makanan. Misalnya membuat nasi goreng sayuran. Ibu dapat memasukkan berbagai sayuran yang disukai keluarga mislanya wortel, buncis, kacang polong, juga jangan lupa proteinnya mislanya dengan menambah udang, ayam, atau telur.

Bervariasi dan menarik
Supaya anak tidak bosan setiap hari makan makanan yang sama, maka menu yang kita sediakan diusahakan bervariasi dan menarik penyajiannya.

Makan bersama
Makan bersama akan menambah nikmat. Dengan makan bersama, anak juga akan belajar. Misalnya belajar makan sambil duduk, karena semua anggota keluarga makan sambil duduk.

Jadwal makan tetap
Jika anak dibiasakan makan jam 7 pagi, maka setiap jam 7 pagi anak harus sarapan. Dengan demikian anak tahu, rutinitas hariannya.
baca selengkapnya...

Powered By Blogger
Template by layout4all